Cerita Kami
Riset bukan biaya (costs), tapi investasi.
Banyak peneliti yang kesusahan mendapatkan mentor dan partner riset untuk membuat publikasi jurnal dan pembuatan karya ilmiah yang berkualitas. Minat riset mahasiswa itu belum tentu sesuai dengan kepakaran dosen di kampusnya dan sebagian dosen memiliki relasi terbatas untuk berkolaborasi. Padahal, mentor dan partner riset dapat memperkaya ide riset dengan potensi dampak dan tingkat kebaruan (novelty) yang tinggi serta memperbanyak pengetahuan tentang beberapa teknik dan metodologi penelitian.
Masalah lain yang banyak dialami peneliti adalah jurnal berbayar yang menguras kantong peneliti sehingga membuat produktivitas peneliti menjadi berkurang. Hal ini akan memperlambat dosen dalam mencapai profesor serta menyulitkan jurusan dan kampus untuk menaikkan akreditasi dan reputasi.
Berdasarkan masalah itu yang saya tahu dari pengalaman saya dan teman-teman saya, pengamatan saya dari keluhan para peneliti di media sosial, wawancara dengan mahasiswa, dan cerita langsung dari ayah saya yang merupakan seorang profesor, saya termotivasi untuk mendirikan HaloProf. Ditambah lagi, sebagai hafidz al-Qur’an, saya merenungi 2 ayat al-Qur’an berikut yang mendorong saya untuk membangun HaloProf.
1.) “…Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan (ahlul dzikr) jika kamu tidak mengetahui" (An-Nahl: 43).
2.) "…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…" (Al-Mujadilah: 11).
Saya ingin menjadikan HaloProf sebagai ekosistem riset terintegrasi yang terinspirasi dari Baitul Hikmah, sebuah pusat pengembangan sains dunia pada masa keemasan Islam di era Dinasti Abbasiyah. HaloProf akan benar-benar menjadi pusat pengembangan ilmu, sains, dan teknologi. HaloProf tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya para peneliti terkemuka, tetapi Haloprof juga akan mengalokasikan dana yang sebesar-besarnya untuk mendanai riset dan publikasi para peneliti.
HaloProf mengumpulkan mentor dari kalangan akademisi paling elit, yaitu profesor dan doktor. Mentor di HaloProf berasal dari berbagai perguruan tinggi dan bidang kepakaran sehingga para peneliti bisa lebih mudah mendapatkan mentor dan partner riset yang sesuai dengan minat dan fokus risetnya.
HaloProf tidak menganggap para mentornya sebagai karyawan biasa atau freelancer yang sedang mencari pemasukan tambahan. Tetapi, HaloProf menganggap para mentornya sebagai partner, pejuang, dan pahlawan yang berusaha mencetak peneliti dan profesor masa depan yang berkualitas, meningkatkan reputasi dan peringkat perguruan tinggi Indonesia secara global, serta menjadi katalis kemajuan Indonesia berbasis riset dan inovasi.
Di HaloProf, setiap penelitian adalah langkah menuju kemajuan Indonesia. Mari kita bersatu membentuk ekosistem riset yang kuat untuk saling mendukung, berkolaborasi, berinovasi, dan mendobrak batas pengetahuan.